5 Pesepak bola Amatir Yang Sukses Menembus Premier League

5 Pesepak bola Amatir Yang Sukses Menembus Premier League

Ashley Williams

Ia tidak lain dan tidak bukan kapten timnas Wales yang sebagai karang tangguh di garis belakang. Waktu Williams kebanyakan dihabiskannya bersama dengan Swansea City, di mana ia berlaga selama 8 tahun (2008-2016), menjelang hijrah ke Everton pada tahun lalu. Didalam kurun waktu tadi, Williams pun pernah dibidik Brendan Rodgers demi bermain untuk Liverpool. Bukan tidak ada alasan Williams disukai Liverpool. Ia telah memperlihatkan kekuatan fisik dan kecepatannya saat berlaga. Tidak hanya itu, Williams pun mempunyai jiwa pemimpin untuk memberikan instruksi buat rekan setimnya. Seluruh keahliannya itu takkan didapat dalam satu malam saja, tetapi melalui kerja keras Williams yang memulai karier di team non-liga, Hednesford Town, di tahun 2011. 2 musim bersama dengan Hednesford, Williams hijrah ke Stockport County dan dipinjamkan ke Swansea pada tahun 2008, hingga team dari Wales itu mempermanenkan masa kerjanya. Saat ini, ia menjadi primadona pertahanan Everton bersama dengan Phil Jagielka.

Charlie Austin

Perlahan namun pasti, inilah sepintas perjalanan Austin. Striker berumur 28 tahun itu tidaklah segera naik level menuju Premier League, dan mengawali karier jadi pemain di 3 klub non-liga: Kintbury Rangers, Hungerfold Town, Thatcham Town, dan Poole Town. Di Poole, Austin memperlihatkan mutunya didalam merobek gawang lawan, sehingga Swindon Town membelinya di tahun 2009. Penampilannya pun makin maju sejalan perpindahannya dari non-liga menuju ke liga profesional. 3 tahun bersama dengan Poole, Austin tiba ke Burnley, meneruskan ketangkasannya, untuk akhirnya beralih ke Queens Park Rangers (QPR) pada tahun 2013. Nama Austin mulai memasuki radar klub Premier League seusai ia menjadi top skorer ke-4 Premier League pada musim 2014-2015 dengan mencetak 18 gol. Namun, Austin tidaklah segera beralih klub dan terus melangsungkan perjalanannya bersama dengan QPR, walupun timnya terlempar ke Championship. Akhirnya, datang peluang emas menuju balik berlaga di Premier League di 2016 dari Southampton. Tentu, Austin tidaklah menolaknya. Ia pula bermain bersama Southampton dan tetap berlaga di sana hingga sekarang ini.

Yannick Bolasie

Jalan yang ditempuh Bolasie yang menjadi perantau di Inggris, layak diacungi jempol. Tandang dari Prancis di tahun 2006, Bolasie mengawali kariernya di Negeri Ratu Elisabeth di team non-liga, Hillingdon Borough. Ia pernah merantau ke Malta, bertanding demi Floriana di medio 2007-2008, jelang balik lagi ke Inggris di 2008 dan berseragam Plymouth Argyle. Bersama dengan Plymouth, nama Bolasie tak terlalu tercium pemandu bakat klub Premier League. Ia malah pernah dipinjamkan ke Rushden & Diamonds dan Barnet. Pesepakbola kelahiran Lyon tersebut pun kemudian merangkak naik bersama dengan Bristol City, yang memboyongnya di tahun 2011, sampai Crystal Palace tertarik dengannya. The Eagles merekrut Bolasie di 2012 dan semenjak saat itu, kisahnya menjadi cerita yang Kalian tahu. Kecepatan Bolasie menjadi kekuatan klubnya saat menjalankan gempuran balik. Pria dan juga bekerja yang menjadi rapper ini akhirnya direkrut oleh Everton dengan mahar cukup besar, £25 jt.

Ben Foster

Tak banyak yang tahu latar belakang Foster hingga pada akhirnya ia bermain bersama Man United. Penjaga gawang kelahiran Leamington Spa tersebut tidak serta merta bermain bersama Red Devils, sebab sebelum-sebelumnya, perjalanan Foster lumayan bekelok-kelok. Mengawali karier di kesebelasan non-liga, Racing Club Warwick, pada tahun 2000-2001, Foster akhirnya hijrah ke Stoke City, cuma untuk menjadi pesepakbola pinjaman di 5 klub tidak sama: Bristol (2002), Tiverton Town (2002/03), Stafford Rangers (2004), Kidderminster Harriers (2004), serta Wrexham (2005). Nasib Foster akhirnya berubah saat membawa panji Manchester Merah. Pernah diberikan peluang unjuk gigi oleh Ferguson, bagusnya bertanding Foster ternyata tidaklah cukup menarik untuk Man United. Foster akhirnya dijual ke Birmingham City, yang lagi-lagi melepasnya ke West Brom di 2012. Hingga sekarang ini, Foster telah membukukan 136 performa bersama The Baggies.

Kevin Phillips

Masih memegang status yang menjadi salah satu dari secuil pesepakbola Inggris yang sempat memperoleh apresiasi Sepatu Emas Eropa. Phillips menjuarainya di musim 1999-2000, saat ia menoreh 30 gol di Premier League. Tak ragu nama Phillips tentu selamanya diingat, yang menjadi legenda The Black Cats dan termasuk salah satu penyerang cemerlang Inggris.
Hebatnya, Phillips mengawali perjalanan melalui klub non-liga, Baldock Town, dalam kurun waktu 1991-1994. Karier pria berumur 44 tahun tersebut berganti saat ia bermain dengan Watford di 1994. Semenjak saat itu, Phillips kian populer di publik Inggris, sampai akhirnya ia berlaga di Sunderland dalam 6 masa (1997-2003). Dari sini sumber beritanya dan bisa juga baca blog ini biar lengkap

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.